Panduan Memilih Webhosting: Analisis Harga dan Kebutuhan

Jika anda mencoba untuk melihat di mesin pencari, anda akan menemukan banyak web hosting yang menawarkan situsnya. Sangat banyak, bahkan terakhir saya mencoba searching di google terdapat 76000 hasil dari Indonesia saja. Katakanlah 0.2% saja dari angka itu menawarkan jasa webhosting, bisa lebih dari 150 perusahaan hosting di Indonesia. Ini hanya hitung-hitungan kasar.

Jika anda tidak menyiasati hal ini, maka anda akan kebingungan memilih. Anda akan kebingungan karena mereka -dengan strateginya masing masing- mengatakan bahwa mereka terbaik, terpercaya, dan banyak klaim-klaim lain.

Karena itu, anda sebaiknya menimbang-nimbang dulu sebelum memilih webhosting. Beberapa parameter yang saya anggap penting adalah:

  1. Keamanan data. Ini cukup penting, usahakan selalu membaca terms and condition atau privacy policy setiap perusahaan yang akan anda jadikan webhost. Jangan sampai anda mengorbankan data atau privasi anda.
  2. Support dan pengaduan. Support dari webhosting itu sangat penting. Kenapa? bayangkan, apabila suatu saat anda mengalami trouble dengan web anda. Jika tak ada support, anda mau mengadu kemana? Pengaduan akan sangat membantu bagi webmaster pemula. Kadang kala dari sini ilmu baru bisa didapat.
  3. Kapasitas dan bandwidth. Jangan memilih webhosting yang main akal-akalan dengan harga murah tetapi space dan bandwidth tidak seimbang. Seperti space yang telalu besar jika dibandingkan dengan bandwidth, dengan sendirinya, anda akan digiring untuk mengupgrade account anda.
  4. Manajemen kebutuhan Analisis kebutuhan adalah hal yang mutlak dilakukan. Jika hanya untuk blogging, lebih baik anda menghost di googleapps atau host di tempat lain 25 mega cukup untuk awal-awal. Jika anda ingin membeli domain, jangan lupa menanyakan kemudahan fasilitas untuk seting domain. Situs seperti ProductReview mempunyai strategi dengan mendaftarkan langsung nama mereka di domain registrar seperti goDaddy.
  5. Kemudahan pengaturan Perhatikan selalu atau bahkan coba demo control panel website tersebut. Ingat bahwa dengan control panel inilah anda akan bekerja dengan web anda dalam keseharian.
  6. Lihat fase pembuatan web anda Kecuali jika kita punya server sendiri, selama dalam fase pembuatan web, selalu diperlukan remote server untuk menguji hasil web kita. dalam fase ini terjadi proses upload, download, dan proses-proses lain yang kadangkala menguras tenaga (dan bandwidth). Jika anda cukup kaya untuk memilih webhosting berbayar, atau anda sudah mempunyai nama perusahaan webhosting idaman namun berbayar, maka silakan saja menyewa perusahaan tersebut. Tetapi saya tidak menyarankannya.
  7. Bahasa pemrograman web yang anda pakai. Bahasa pemrograman mempengaruhi juga. Server Microsoft Windows biasanya lebih mahal dari server Linux.

Yang jadi pembicaraan adalah apakah tidak masalah jika kita menghost ke reseller. Untuk masalah ini, saya hanya bisa mengatakan bahwa anda boleh memanfaatkan hostingan reseller, asalkan memenuhi kriteria-kriteria di atas.
Jika tulisan ini kekurangan sesuatu hal, saya akan dengan senang hati menerima masukan. Baik webhosting gratisan maupun komersial mempunyai keuntungan dan resiko masing-masing. Pandai-pandailah memilah kebutuhan anda.

Tagged with:

MENGANALISA WEB HOSTING, Panduan Memilih Web Hosting

4 Responses to “Panduan Memilih Webhosting: Analisis Harga dan Kebutuhan”

  1. pertamax!!!!

  2. hehehe

  3. mau tanya.. tapi OOT nih.. masalahnya penasaran… bikin icon bookmark to itu (yang banyak) caranya gimana ? selain registrasi setiap icon tersebut lalu munculin setiap halaman how .. TQ atas jawabannya

  4. caranya gampang kok, tinggal pake plugin yang namanya “social bookmark” ga perlu registrasi segala…
    Aku baru aja membahasnya..
    coba cek:
    http://masbuchin.com/wordpress-plugin-social-bookmark.htm

Leave a Reply